IKLAN 1

Sabtu, 06 Juni 2026

Ujian Kimia Kelas X E 20205/2026

Ujian Kimia Kelas X E 20205/2026

Ujian dimulai pada hari sabtu, 06 Juni 20205 akan dibukan pada pukul 18.00 WIB dan ditutup pada pukul 22.00 WIB. Ujian bersifat Open Book. Jangan lupa isi Nama Lengkap. Terimakasih.

Scan Barcode berikut untuk memulai ujian




Atau klik Disini

Ujian Kimia Kelas XI F 20205/2026

Ujian Kimia Kelas XI F 20205/2026

Ujian dimulai pada hari sabtu, 06 Juni 20205 akan dibukan pada pukul 18.00 WIB dan ditutup pada pukul 22.00 WIB. Ujian bersifat Open Book. Jangan lupa isi Nama Lengkap. Terimakasih.

Scan Barcode berikut untuk memulai ujian


Atau klik Disini


Jumat, 22 Mei 2026

Bentuk Molekul

BENTUK MOLEKUL

Molekul-molekul senyawa pun memiliki bentuk molekul tertentu. Bentuk-bentuk tersebut dapat mempengaruhi terjadinya suatu proses atau reaksi kimia. Bentuk molekul dapat pula menyebabkan perbedaan sifat-sifat dari berbagai molekul.

Sifat-sifat fisik dari suatu molekul sangat bergantung dari gaya antarmolekul penyusunnya. Gaya antarmolekul yang dikenal adalah gaya van der waals dan ikatan hidrogen.

A. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Tolakan Pasangan Elektron
Struktur Lewis dari suatu molekul merupakan struktur yang dapat menggambarkan bagaimana posisi pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat, baik pasangan elektron yang berikatan (PEI), maupun pasangan elektron yang tidak berikatan atau padangan elektron bebas (PEB). Pasangan-pasangan elektron ini saling tolak menolak. Untuk menentukan bentuk molekul berdasarkan tolakan pasangan elektron di sekitar atom pusat, ahli kimia mengemukakan suatu teori yang dikenal dengan nama VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion).

Pada prinsipnya menurut teori VSEPR, masing-masing kelompok pasangan elektron yang mengelilingi atom posat akan menempati tempat sejauh mungkin dari kelompok elektron yang lain untuk mengurangi gaya tolak dari elektron-elektron tersebut.

Di dalam klasifikasi VSEPR ada beberapa huruf yang melambangkan atom pusat, atom yang mengelilingi atom pusat, dan pasangan elektron bebas, yaitu:

A = atom pusat
X = atom yang mengelilingi atom pusat
E = Pasangan elektron Bebas

1. Bentuk Molekul dengan Dua Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat

Tabel 1 Bentuk molekul dengan dua pasangan elektron di sekitar atom pusat
Tabel 1 Bentuk molekul dengan dua pasangan elektron di sekitar atom pusat

Dua pasangan elektron yang berada si sekitar atom pusat akan tolak-menolak membentuk membentuk susunan elektron linier.

Catatan:
Pasangan elektron bebas pada Cl dan O tidak mempengaruhi bentuk molekul, karena hanya pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat saja yang terlibat dalam pembentukan molekul.


2. Bentuk Molekul dengan Tiga Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat

Tabel 2 Contoh bentuk molekul dengan tiga pasangan elektron di sekitar atom pusat

Molekul atau ion yang memiliki 3 pasang elektron di sekitar atom pusat baik pasangan yang membentuk ikatan tunggal atau rangkap membentuk segitiga planar.


3. Bentuk Molekul dengan Empat Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat

Tabel 3 Contoh bentuk molekul dengan empat pasangan elektron di sekitar atom pusat

Semuanya molekul atau ion yang memiliki empat pasangan elektron di sekitar atom pusatnya akan membentuk struktur ruang elektron tetrahedral.

Catatan:
Jika ada 4 kelompok elektron yang mengelilingi atom pusat, maka gaya tolak:
PEB-PEB >  PEI – PEB > PEI – PEI.


4. Bentuk Molekul dengan Lima Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat
Semua molekul atau ion yang atom pusatnya dikelilingi lima atau enam pasangan elektron biasanya atom pusat tersebut berasal dari unsur periode ke-3 atau lebih dari 3.

Tabel 4 Contoh bentuk molekul dengan lima pasangan elektron di sekitar atom pusat

5. Bentuk Molekul dengan enam pasangan elektron di Sekitar Atom Pusat

Tabel 5 Contoh bentuk molekul dengan enam pasangan elektron di sekitar atom pusat


B. Bentuk Molekul berdasarkan Teori Hibridisasi

Hibridisasi adalah proses pembentukan molekul melalui penggabungan beberapa orbital suatu atom membentuk orbital baru yang tingkat energinya sama (orbital hibrid).

Tabel B.1 Bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi.

Contoh:

1. Bentuk Molekul BeF2
Konfigurasi elektron atom 4Be:  1s2 2s2
Atom Be mempunyai dua elektron pada orbital 2s. Agar terdapat dua elektron yang tidak berpasangan untuk mengikat dua atom F maka satu elektron dari 2s pindah ke 2p atau tereksitasi. Orbital s dan p tersebut mengalami hibridisasi membentuk orbital hibrid sp yang berbentuk linier.














2. Bentuk Molekul CH4



Kerjakanlah Soal Evaluasi Berikut!

Sabtu, 02 Mei 2026

Penyimpangan Kaidah Oktet

Penyimpangan kaidah Oktet

Di alam ini, atom yang sudah stabil hanyalah gas mulia, sedangkan atom-atom yang lain sifatnya tidak stabil. Untuk mencapai kestabulan, atom-atom tersebut akan berupaya menyerupai konfigurasi elektron gas mulia, yaitu dengan memiliki elektron valensi 2 atau 8.

Caranya yaitu bergabung dengan atom lain dan membentuk suatu ikatan kimia. ikatan yang dibentuk suatu unsur dapat berupa ikatan ion maupun ikatan kovalen.

Ikatan kovaeln terbentuk antara atom nonlogam dan atom nonloga lainnya dengan cara memakai elektron bersama sehingga setiap atom yang terlibat memenuhi kaidah oktet/duplet (khusus hidrogen).

Kondisi oktet adalah kecenderungan atom-atom untuk memiliki konfigurasi stabil dengan 8 elektron valensi. Tetapi ada beberapa senyawa yang mengalami penyimpangan kaidah oktet, diantaranya sebagai berikut.

1. Senyawa yang tidak mencapaei oktet (Jumlah Elektron valensi kurang dari 8)

Senyawa yang atom pusatnya memiliki jumlah elektron valensi kurang dari 4, seperti Be, B, dan Al menyebabkan terbentuknya iktan kimia yang belum mencapai oktet dinamakan oktet tak lengkap.

Contoh: BeCl2, BCl3, AlBr3



2. Senyawa yang melebihi oktet (Jumlah elektron valens lebih dari 8)

Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa melampaui kaidah oktet/lebih dari 8 elektron pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M yang dapat menampung 18 elektron). Senyawa dengan elektron valensi lebih dari 8 dinamakan oktet berkembang.

Contoh PCl5, SF6, ClF3, dan SbCl5  

3. Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil

Pada atom yang memiliki elektron terluanya ganjil, dapat terjadi penyinpangan dari aturan oktet, yaitu setelah berikatan jumlah elektrn terluanya tidak 8.

Contoh: NO2


Senyawa-senyawa tersebut tetap bersifat stabil meskipun tidak memenuhi kaidah oktet.

Kerjakanlah soal Evaluasi Berikut!

Jumat, 24 April 2026

Menggambarkan Rumus Titik Elektron (Struktur Lewis) Untuk molekul Poliatom

Menggambarkan Rumus Titik Elektron (Struktur Lewis) Untuk molekul Poliatom

  1. Gambarlah semua elektron terluar (elektron valensi) dari masing-masing atom berikatan.
  2. Umumnya atom-atom di dalam struktur lewis akan mempunyai delapan elektron valensi, kecuali atom hidrogen yang hanya akan mempunyai 2 elektorn (duplet).
  3. Umumnya, atom-atom H akan membentuk pasangan elektron bersama dengan sebuah elektron dari atom O dahulu (ikatan kovalen).
  4. Sebuah elektron dari atom O yang tersisa akan membentuk pasangan elektron dengan atom lainnya (ikatan kovalen).
  5. Bila atom H dan atom O sudah dipasangkan semua, maka sisa atom oksigen baru membentuk pasangan elektron dengan atom lain dengan ikatan kovalen atau kovalen koordinasi.
  6. Umumnya, di dalam struktur lewis semua elektron berpasangan, termasuk pasangan elektron bebas (tidak untuk berikatan)


Contoh:

Cl2O
- Tentukan Elektron Valensi
17Cl : 2 8 7
8O : 2 6

- Gambarkan elektron valensi sebagai titik titik atau tanda silang.


    






- Bentuk ikatan kovalen antara atom O dan Cl sehingga elektron disekitar atom masing-masing terdapat 8 elektron.

 









- Bentuk garis pada Pasangan Elektron Ikatan (PEI) untuk membuat rumus struktur atau rumus garisnya dan hilangkan Pasangan Elektron Bebas (PEB) nya.


Kerjakanlah Soal Evaluasi berikut!
Memuat…
class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;">