IKLAN 1

Tampilkan postingan dengan label Kimia LM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia LM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Mei 2026

Bentuk Molekul

BENTUK MOLEKUL

Molekul-molekul senyawa pun memiliki bentuk molekul tertentu. Bentuk-bentuk tersebut dapat mempengaruhi terjadinya suatu proses atau reaksi kimia. Bentuk molekul dapat pula menyebabkan perbedaan sifat-sifat dari berbagai molekul.

Sifat-sifat fisik dari suatu molekul sangat bergantung dari gaya antarmolekul penyusunnya. Gaya antarmolekul yang dikenal adalah gaya van der waals dan ikatan hidrogen.

A. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Tolakan Pasangan Elektron
Struktur Lewis dari suatu molekul merupakan struktur yang dapat menggambarkan bagaimana posisi pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat, baik pasangan elektron yang berikatan (PEI), maupun pasangan elektron yang tidak berikatan atau padangan elektron bebas (PEB). Pasangan-pasangan elektron ini saling tolak menolak. Untuk menentukan bentuk molekul berdasarkan tolakan pasangan elektron di sekitar atom pusat, ahli kimia mengemukakan suatu teori yang dikenal dengan nama VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion).

Pada prinsipnya menurut teori VSEPR, masing-masing kelompok pasangan elektron yang mengelilingi atom posat akan menempati tempat sejauh mungkin dari kelompok elektron yang lain untuk mengurangi gaya tolak dari elektron-elektron tersebut.

Di dalam klasifikasi VSEPR ada beberapa huruf yang melambangkan atom pusat, atom yang mengelilingi atom pusat, dan pasangan elektron bebas, yaitu:

A = atom pusat
X = atom yang mengelilingi atom pusat
E = Pasangan elektron Bebas

1. Bentuk Molekul dengan Dua Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat

Tabel 1 Bentuk molekul dengan dua pasangan elektron di sekitar atom pusat
Tabel 1 Bentuk molekul dengan dua pasangan elektron di sekitar atom pusat

Dua pasangan elektron yang berada si sekitar atom pusat akan tolak-menolak membentuk membentuk susunan elektron linier.

Catatan:
Pasangan elektron bebas pada Cl dan O tidak mempengaruhi bentuk molekul, karena hanya pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat saja yang terlibat dalam pembentukan molekul.


2. Bentuk Molekul dengan Tiga Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat

Tabel 2 Contoh bentuk molekul dengan tiga pasangan elektron di sekitar atom pusat

Molekul atau ion yang memiliki 3 pasang elektron di sekitar atom pusat baik pasangan yang membentuk ikatan tunggal atau rangkap membentuk segitiga planar.


3. Bentuk Molekul dengan Empat Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat

Tabel 3 Contoh bentuk molekul dengan empat pasangan elektron di sekitar atom pusat

Semuanya molekul atau ion yang memiliki empat pasangan elektron di sekitar atom pusatnya akan membentuk struktur ruang elektron tetrahedral.

Catatan:
Jika ada 4 kelompok elektron yang mengelilingi atom pusat, maka gaya tolak:
PEB-PEB >  PEI – PEB > PEI – PEI.


4. Bentuk Molekul dengan Lima Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat
Semua molekul atau ion yang atom pusatnya dikelilingi lima atau enam pasangan elektron biasanya atom pusat tersebut berasal dari unsur periode ke-3 atau lebih dari 3.

Tabel 4 Contoh bentuk molekul dengan lima pasangan elektron di sekitar atom pusat

5. Bentuk Molekul dengan enam pasangan elektron di Sekitar Atom Pusat

Tabel 5 Contoh bentuk molekul dengan enam pasangan elektron di sekitar atom pusat


B. Bentuk Molekul berdasarkan Teori Hibridisasi

Hibridisasi adalah proses pembentukan molekul melalui penggabungan beberapa orbital suatu atom membentuk orbital baru yang tingkat energinya sama (orbital hibrid).

Tabel B.1 Bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi.

Contoh:

1. Bentuk Molekul BeF2
Konfigurasi elektron atom 4Be:  1s2 2s2
Atom Be mempunyai dua elektron pada orbital 2s. Agar terdapat dua elektron yang tidak berpasangan untuk mengikat dua atom F maka satu elektron dari 2s pindah ke 2p atau tereksitasi. Orbital s dan p tersebut mengalami hibridisasi membentuk orbital hibrid sp yang berbentuk linier.














2. Bentuk Molekul CH4



Kerjakanlah Soal Evaluasi Berikut!

Sabtu, 02 Mei 2026

Penyimpangan Kaidah Oktet

Penyimpangan kaidah Oktet

Di alam ini, atom yang sudah stabil hanyalah gas mulia, sedangkan atom-atom yang lain sifatnya tidak stabil. Untuk mencapai kestabulan, atom-atom tersebut akan berupaya menyerupai konfigurasi elektron gas mulia, yaitu dengan memiliki elektron valensi 2 atau 8.

Caranya yaitu bergabung dengan atom lain dan membentuk suatu ikatan kimia. ikatan yang dibentuk suatu unsur dapat berupa ikatan ion maupun ikatan kovalen.

Ikatan kovaeln terbentuk antara atom nonlogam dan atom nonloga lainnya dengan cara memakai elektron bersama sehingga setiap atom yang terlibat memenuhi kaidah oktet/duplet (khusus hidrogen).

Kondisi oktet adalah kecenderungan atom-atom untuk memiliki konfigurasi stabil dengan 8 elektron valensi. Tetapi ada beberapa senyawa yang mengalami penyimpangan kaidah oktet, diantaranya sebagai berikut.

1. Senyawa yang tidak mencapaei oktet (Jumlah Elektron valensi kurang dari 8)

Senyawa yang atom pusatnya memiliki jumlah elektron valensi kurang dari 4, seperti Be, B, dan Al menyebabkan terbentuknya iktan kimia yang belum mencapai oktet dinamakan oktet tak lengkap.

Contoh: BeCl2, BCl3, AlBr3



2. Senyawa yang melebihi oktet (Jumlah elektron valens lebih dari 8)

Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa melampaui kaidah oktet/lebih dari 8 elektron pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M yang dapat menampung 18 elektron). Senyawa dengan elektron valensi lebih dari 8 dinamakan oktet berkembang.

Contoh PCl5, SF6, ClF3, dan SbCl5  

3. Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil

Pada atom yang memiliki elektron terluanya ganjil, dapat terjadi penyinpangan dari aturan oktet, yaitu setelah berikatan jumlah elektrn terluanya tidak 8.

Contoh: NO2


Senyawa-senyawa tersebut tetap bersifat stabil meskipun tidak memenuhi kaidah oktet.

Kerjakanlah soal Evaluasi Berikut!

Senin, 23 Maret 2026

Capain Pembelajaran Tahun 2025

 Capain Pembelajaran Tahun 2025

Klik

Disini

Sabtu, 06 September 2025

Berapa Bilangan Oksidasi Pada Fe2O3?

Berapa Bilangan Oksidasi Pada Fe2O3?

Video Pembahasan:



Senin, 01 September 2025

Pembahasan soal ksm kimia 2022 tingkat kabupaten nomor 4 | Persiapan OMI Tingkat Kabupaten 2025


Persiapan OMI Tingkat Kabupaten 2025

Pembahasan soal ksm kimia 2022 tingkat kabupaten nomor 4



4. Berikut ini adalah diagram sel bahan bakar hidrogen - oksigen yang dulu pernah digunakan sebagai sumber energi pesawat luar angkasa. Energi listrik dihasilkan dari sel akibat terjadinya reaksi redoks pada elektrode.


Berdasarkan diagram tersebut pernyataan yang tepat adalah ... A. Elektron yang dihasilkan dari reaksi reduksi gas hidrogen mengalir ke katode Ni-NiO B. Pada Katode NiO, oksigen melepaskan elektron bereaksi dengan air menjadi ion OH- C. Elektron dari hasil reaksi oksidasi di katone Ni mengalir menuju anode Ni-NiO D. Elektron dilepaskan oleh gas hidrogen pada anode Ni mengalir menuju katone Ni-NiO

Pembahasan:


Selasa, 22 Februari 2022

Tugas Kimia dan Kimia Lentas Minat Kelas X MIA dan IIS

Tata Nama Senyawa Sederhana


Tugas: Silahkan catat dan Pelajari Materi berikut.


Silahkan isi Daftar Hadir pada Kolom Komentar dengan cara menuliskan Nama dan Kelas.
Terimakasih.

Selasa, 03 Agustus 2021

Materi Kimia Kelas X: Hakikat Ilmu Kimia

Tugas: Bacalah, pahami dan catatlah materi berikut. Kemudian foto catatan dan upload pada link berikut: Terimakasih.

=> Link Daftar Hadir dan Upload Tugas Kelas X IIS Klik Disini

=> Link Daftar Hadir dan Upload Tugas Kelas X MIA Klik Disini


Hakikat Ilmu Kimia

Ilmu kimia berasal dari bahasa arab, yaitu al-kimia yang artinya perubahan materi, oleh ilmuwan Arab Jabir ibn Hayyan. Ini berarti ilmu kimia secara singkat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari rekayasa materi, yaitu megubah materi menjadi materi lain. Ilmu Kimia adalah bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam yang membahas tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi serta energi yang menyertainya.

 

1. Susunan materi

Susunan materi yang dimaksud adalah tentang unsur, senyawa, dan campuran. Unsur adalah zat paling sederhana yang sudah tidak bisa dibagi lagi, contohnya Na, H, O, Fe, dan C. Senyawa adalah zat yang terbentuk dari gabungan beberapa unsur dengan perbandingan tertentu. Contoh senyawa adalah CO2, H2O, dan CaCO3. Campuran adalah gabungan antara dua zat atau lebih di mana sifat penyusunnya tidak berubah. Contoh campuran adalah larutan gula, susu, air kanji, dan sebagainya.

2. Struktur materi

Struktur materi menjelaskan tentang ikatan yang terjadi antar atom sampai terbentuk molekul unsur, molekul senyawa, atau ion. Contoh molekul unsur adalah O2, N2, H2, dan P4. Contoh molekul senyawa adalah CO2, H2O, dan CaCO3. Contoh ion adalah Na+, Cl, dan Ca2+.

3. Sifat materi

Sifat materi yang dimaksud lebih mengarah ke sifat-sifat kimia suatu zat, misalnya mudah terbakar, mudah mengalami korosi, mudah bereaksi dengan zat lain, dan sebagainya.

4. Perubahan materi

1. Perubahan materi dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat baru, contohnya lilin yang dibakar, es mencair, dan sebagainya.

2. Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru akibat adanya reaksi kimia, contohnya besi berkarat, kayu dibakar menjadi abu, dan nasi menjadi basi.

Pada hakikatnya ilmu kimia memiliki konsep dasar. Dimana di sana memiliki beberapa istilah yang akan sering dipahami dan dipelajari. Mulai dari Atom, Unsur, Senyawa, molekul, zat kimia. Lalu dari masing-masing ulasan di atas, apa sih? Berikut penjelasan singkatnya.

a. Atom, istilah atom dalam hakikat ilmu kimia adalah materi yang memiliki muatan positif. Atom terdiri dari proton dan neutron. Atom juga termasuk satu terkecil yang bisa mempertahankan sifat muatan positif meskipun ada di area sistem elektron.

b. Unsur, adalah satuan lebih kecil dari atom. Dimana unsur ini memiliki sekelompok atom yang memiliki proton dan inti proton. Sedangkan untuk inti proton itu sendiri disebut dengan atom unsur.

c. Ion, barangkali kamu pernah dengar dengan nama Ion. Ion merupakan spesies muatan atau molekul yang telah kehilangan dan mendapatkan lebih elektron. di dalam ion ada istilah kation yang memuat poisif dan memilini anion yang memuat negatif dan dapat menghasilkan garam netral.

 

d. Senyawa, Senyawa terbentuk oleh dua atau lebih dari dua unsur.

e. Molekul, molekul merupakan satuan terkecil yang tidak dapat terpecahkan. Meskipun demikian, senyawa kimia murni yang dimiliki masih konsisten mempertahakan sifat kimia dan sifat fisik yang uniknya loh.

f. Zat kimia, zat kimia terdiri dari campuran senyawa-senyawa dan unsur-unsur. Dimana bisa mudah kita temukan dalam banyak bentuk, diantarannya adalah air dan biomassa.

g. Wujud zat lebih menunjukan pada hasil. Dimana wujud zat ini terbentuk akibat perubahan kimia. Misal dari es batu berubah menjadi cair, dan berlaku sebaliknya.

h. Reaksi Kimia, yang termasuk dalam reaksi kimia adalah terjadinya perubahan atau terjadinya transformasi struktur molekul.

 

Sumber:
https://www.sma-syarifhidayatullah.sch.id/2020/07/hakikat-ilmu-kimia.html
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/kimia/hakikat-ilmu-kimia-kimia-kelas-10/
https://penerbitbukudeepublish.com/hakikat-ilmu-kimia/

 

 

Selasa, 27 Juli 2021

Materi Kimia Kelas X: Peranan Kimia Dalam Kehidupan; Bidang Geologi, Biologi, Hukum, Bidang Mesin, Teknik Sipil, Arkeologi dan Persoalan Global

 Tugas: Bacalah, pahami dan catatlah materi berikut. Kamudian foto catatan pada link yang sudah disiapkan pada bagian paling bawah. Terimakasih.


Peranan Kimia dalam Bidang Geologi
    Geologi berkaitan dengan penelitian batu-batuan (mineral), pertambangan gas dan minyak bumi. Dalam geologi, ilmu kimia berperan dalam mempelajari kandungan material bumi, sifat logam maupun minyak bumi dengan sifat-sifat kimia dari berbagai material bumi dan teknik analisisnya.

Peran Kimia dalam Bidang Biologi
    Biologi mempelajari makhluk hidup mencakup manusia, hewan, dan  tumbuhan. Proses kimia yang berlangsung dalam makhluk hidup meliputi pencernaan  makanan, pernapasan, metabolisme, fotosintesis, dan lain-lain. Untuk mempelajari proses kimia tersebut, diperlukan pengetahuan tentang struktur dan sifat senyawa, seperti karbohidrat, protein, vitamin, enzim, lemak, asam nukleat, dan lain-lain.

Peran Kimia Dalam Bidang Hukum
    Bidang hukum memang tidak ada hubungan dengan ilmu kimia secara langsung, namun manfaat ilmu kimia dalam bidang hukum dapat dirasakan ketika diberlakukan pemeriksaan alat bukti kriminalitas oleh ahli forensik, melibatkan ilmu Kimia. Dalam bidang hukum, ilmu kimia ber peran dalam pembuktian kasus hukum. Misal Bagian tubuh seseorang, seperti rambut dan darah dapat di  periksa struktur DNA-nya karena struktur DNA setiap orang berbeda-beda sehingga dapat digunakan untuk identifikasi seseorang. Hal ini berguna untuk membuktikan tindak kejahatan seseorang.

Peran Kimia Dalam Bidang Mesin
    Ilmu kimia diterapkan dalam bidang mesin. Manfaat Ilmu Kimia di bidang mesin, antara lain: dalam mempelajari sifat dan komposisi logam yang baik untuk pembuatan mesin mempelajari sifat, komposisi bahan bakar, dan minyak pelumas mesin. Mesin-mesin di industri membutuhkan logam yang baik dengan sifat tertentu yang sesuai dengan kondisi dan bahan-bahan yang digunakan.

Peran Kimia dalam Bidang Teknik Sipil
    Ilmu kimia berperan dalam penelitian dan pengembangan produk bahan bangunan seperti semen, kayu, cat, paku, besi, paralon (pipa PVC), lem, dan sebagainya. Bahan-bahan ini diuji kualitasnya dengan menggunakan ilmu kimia, untuk mengetahui sifat bahan baik kelebihan maupun kekurangannya untuk menghindari dan meminimalkan kecelakaan yang mungkin terjadi dikemudian hari.

Peranan Kimia dalam bidang Arkeologi
    Ilmu kimia juga berperan dalam bidang arkeologi untuk menentukan usia fosil yang ditemukan. Para arkeolog memanfaatkan teknologi kimia radiosotop karbon-14 untuk mengetahui usia fosil. Teknologi ini juga digunakan dapat menentukan umur suatu benda purbakala melalui teori peluruhan radioaktif. 

Peran Kimia dalam Menyelesaikan Persoalan Global
    Ilmu kimia juga berperan dalam menyelesaikan masalah global, yaitu masalah yang dihadapi oleh seluruh manusia di dunia, seperti krisis energi. Selama ini kita menggunakan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin, solar, dan gas yang diperoleh dari hasil penyulingan bertingkat  minyak bumi dan gas alam. Hingga saat ini bahan bakar minyak merupakan sumber energi utama dalam menggerakkan roda ekonomi dunia.

    Bahan bakar ini disebut bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui karena terbentuk dari pelapukan sisa organisme, baik tumbuhan maupun hewan yang terkubur beberapa jutaan tahun lalu. Bahan bakar fosil akan habis dan manusia harus dapat mencari bahan bakar alternatif sebagai sumber energi alternatif, untuk mengatasi krisis energi. Ilmu kimia sangat berperan dalam mencari bahan bakar alternatif, yaitu bahan bakar yang dapat mengganti bahan bakar minyak yang berasal dari fosil. Bahan bakar alternatif dapat dibuat dari bahan baku yang bersumber dari tanaman atau limbah yang disebut biofuel atau bahan bakar hayati merupakan bahan bakar ramah lingkungan dan terbarukan.


Link Upload Catatan Kimia Kelas X IIS Klik Disini

Link Upload Catatan Kimia Kelas X MIA Klik Disini




Sumber: anonim. 2017. Kimia Dalam Kehidupan Kimia Paket C Setara SMA/MA. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Pendidikan Keasaraan dan Kesetaraan.

Selasa, 13 Juli 2021

PERANAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN

 PERANAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN

Peranan Kimia dalam Bidang Kesehatan

Biasanya orang minum obat sesuai resep dokter, seperti obat flu, obat batuk, antibotik, dan vitamin serta makan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Komposisi obat fl u terdiri atas obat analgesik, anti piretik, dekongestan, dan obat alergi. Obat batuk mengandung zat expektoran dan zat anti alergi. Antibiotik merupakan zat yang diperoleh dari mikro organism yang dapat membunuh mikro organisme lain.

Obat anti infl uenza, obat batuk, dan antibiotik resep dokter biasanya disediakan untuk 5 (lima) hari. Obat-obat tersebut tidak boleh digunakan terus menerus. Obat adalah zat kimia yang berasal dari hewan maupun tumbuhan yang dalam dosis layak dapat meringankan, mencegah, dan menyembuhkan, penyakit atau gejala-gejalanya. Obat dibuat dari berbagai macam zat kimia dan dalam meracik obat untuk menyembuhkan penyakit tertentu, dibutuhkan keterampilan dan penguasaan ilmu  kimia, karena bila salah mencampurkan zat kimia maka efeknya bisa berbahaya bahkan mematikan.

Ilmu kimia yang berkaitan dengan obat disebut kimia farmasi. Kimia farmasi mempelajari bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai obat mencakup struktur, modifi kasi struktur, sifat kimia dan fi sika obat yang dapat digunakan untuk memahami dan menjelaskan mekanisme kerja obat. Kimia farmasi bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat kimia dan fi sika dari bahan obat maupun obat jadi. Obat merupakan senyawa organik atau senyawa yang mengandung atom karbon C seperti golongan antibakteri (alkohol, asam karboksilat dll), dan golongan antibiotik (penisilin, tetrasiklin, dll).

Ilmu kimia farmasi dalam bidang kedokteran berguna untuk membantu penyembuhan pasien yang mengidap penyakit, cara interaksi obat terhadap penyakit yang menggunakan obat-obatan yang dibuat berdasarkan riset terhadap proses dan reaksi kimia bahan yang berkhasiat. Sifat fisika dan sifat kimia obat dapat mempengaruhi aktivitas terapetiknya. Kedua sifat ini ditentukan oleh struktur kimia obat, sehingga struktur kimia suatu obat mempengaruhi aktivitasnya dan perubahan struktur kimia dapat mempengaruhi perubahan aktivitas biologis obat.

Dari berbagai macam obat untuk kepentingan medis yang sudah dikenal di pasaran, misalnya beberapa macam obat batuk, sakit kepala, fl u, antibiotik, antihistamin, kosmetik, dan vitamin sebagian besar mengandung bahan kimia. Bahan kimia obat untuk keperluan medis, baik murni maupun campuran, memegang peranan penting di dalam masyarakat modern. 

Obat-obat yang ada Puskesmas, rumah sakit dan toko obat semuanya dibuat melalui proses reaksi kimia. Penggunaan obat- obatan dalam ilmu kedokteran dibuat berdasarkan hasil penelitian terhadap suatu reaksi dari proses yang ditimbulkan akibat adanya bahan kimia obat dalam tubuh, yang dilakukan oleh kimia farmasi.

Dalam rangka mendiagnosa suatu penyakit, seorang dokter sering kali minta pasen untuk periksa atau tes darah di laboratorium. Pemeriksaan kimia darah digunakan untuk menganalisa zat-zat kimia organik yang terlarut dalam darah. Tes darah akan menunjukkan kesehatan Anda secara umum, membantu melihat masalah-masalah tertentu, dan mencari tahu apakah pengobatan untuk masalah spesifi k yang sedang Anda alami bekerja dengan baik. Tes darah sangat penting karena hampir dua pertiga kondisi kesehatan tubuh bisa dilihat dari data hasil tes darah.

Ilmu kimia berperan untuk mengecek infeksi dalam darah, mendeteksi keberadaan virus HIV dalam darah, tes urine, pembuatan materi sintesis pengganti tulang, gigi, dan pembuatan obat-obatan.

Cabang ilmu kimia yang berhubungan langsung dengan kedokteran adalah biokimia dan kimia organik. Kedua cabang kimia ini mempelajari tentang senyawa - senyawa yang ada pada makhluk hidup serta reaksi yang di timbulkan dari dalam tubuh makhluk hidup tersebut. Peran kimia organik dalam meningkatkan kesehatan, antara lain menjadikan obat-obatan lebih selektif dan tepat sasaran dalam menyembuhkan suatu penyakit.

 

Peran biokimia dalam ilmu kesehatan, antara lain: tes kadar gula darah menggunakan dasar uji keton dalam ilmu kimia untuk mengetahui jumlah glukosa yang terlarut dalam darah pada pasien penyakit diabetes, penggunaan kemoterapi dalam penanggulangan penyakit kanker, dan menggunakan uji biokimia untuk penyimpanan obat dalam farmasi untuk dapat mengetahui masa kadaluarsa dari sebuah obat.Selain itu, peran kimia dalam kedokteran juga ditunjukkan oleh  penggunaan radioisotop natrium 24 untuk mendiagnosis penyumbatan pembuluh darah, fosfor 32 untuk mendeteksi penyakit mata, tumor dan hati, besi 58 untuk mempelajari pembentukan sel darah merah, iodin 131 untuk mendeteksi kerusakn kelenjar gondok, hati, dan tumor otak, dan kenon (Xe-133) untuk mendeteksi penyakit paru-paru.

 

Peranan Kimia dalam Bidang Pertanian

Dalam pertanian modern saat ini, para petani telah menggunakan pupuk dan pestisida dalam rangka meningkat mutu dan produksi. Pupuk dan pestisida mengandung zat-zat kimia. Pupuk merupakan material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi  kebutuhan hara yang diperlukan tanaman. Pupuk berguna untuk memperbaiki komposisi unsur-unsur dalam tanah, agar tanaman dapat tumbuh subur. Unsur-unsur penting yang dibutuhkan tumbuhan, antara lain nitrogen (N), fosfor (P) , Kalium (K), Sulfur (S), kalsium (Ca) dan magnesium(Mg) yang merupakan unsur makro. Jumlah unsur S, Ca, dan Mg tersedia cukup dalam tanah dan peranannya bagi tumbuhan tidak teramat penting. Unsur yang berperan bagi tumbuhan adalah N,P dan K.

Pupuk yang mengandung nitrogen berguna untuk merangsang pertumbuhan batang, cabang dan daun pada tumbuhan. Unsur fosfor bermanfaat untuk pertumbuhan akar, membantu proses pernapasan, dan mempercepat terbentuknya bunga serta peranuman biji. Unsur kalium diperlukan pada proses pembentukan atau sintesis karbohidrat dan protein pada tumbuhan serta memperkokoh tubuh tanaman agar bunga dan buah tidak berguguran.

Berdasarkan proses terbentuknya ada dua jenis pupuk, yaitu pupuk organik (alami) dan pupuk buatan (sintetis). Pupuk organik berasal dari sisa-sisa tumbuhan atau binatang yang diuraikan oleh mikroorganisme menjadi senyawa yang mengandung unsur-unsur penyusun pupuk melalui proses biokimiawi. Contoh pupuk alami, antara lain: pupuk kandang, pupuk hijau, humus dan komposit.

Pupuk buatan disebut juga pupuk anorganik dibuat melalui reaksi kimia dalam proses industri pupuk. Pupuk buatan mengandung senyawa kimia yang tersusun atas unsur-unsur utama yang diperlukan tumbuhan, yaitu N,P,K. Pupuk buatan digunakan karena kebutuhan tanaman terhadap pupuk ini sangat besar. Contoh pupuk buatan.

a. Pupuk nitrogen, yaitu urea CO(NH2)2 mengandung 45-56% nitrogen dan ZA (Ammonium sulfat) mengandung 20-21% nitrogen. Urea merupakan pupuk buatan hasil persenyawaan NH4 (ammonia) dengan CO2 Bahan dasarnya biasanya berupa gas alam dan merupakan ikatan hasil tambang minyak bumi.

b. Pupuk fosfor, yaitu: pupuk Enkel Superfosfat (ES), Ca(H2PO4)2.2H2O + CaSO4.2H2O dengan kandungan  fosfor 18-20%. Dobel superfosfat (DS) dengan rumus Ca(H2PO4)2 mengandung 38-40% fosfor. TSP (Tripel superfosfat) dengan rumus Ca(H2PO4)2 mengandung 48-54% P.

c. Pupuk Kalium (KCl), berfungsi mengurangi efek negatif dari pupuk nitrogen, memperkuat batang tanaman, serta meningkatkan pembentukan karbohidrat pada buah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit.

Ketiga jenis pupuk buatan tersebut merupakan pupuk tunggal. Jika di dalam pupuk mengandung dua atau lebih un  sur-unsur utama disebut pupuk majemuk. Sebagai contoh pupuk NPK mengandung ketiga unsur N,P,K. Pupuk majemuk lainnya adalah pupuk NP, pupuk NK, dan pupuk KP. 

Pada awalnya penggunaan pupuk buatan (anorganik) pada tanaman memberikan dampak positif bagi petani dengan meningkatnya produksi tanaman cukup  tinggi. Namun penggunaan pupuk buatan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan tanah mengeras, kurang mampu menyimpan air, dan pH tanah menurunkan yang pada akhirnya akan menurunkan produksi tanaman. Penggunaan pupuk buatan yang berlebihan akan menyebabkan kadar organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Bahan kimia yang terdapat di pupuk buatan dapat membahayakan tubuh.

Petani juga menggunakan pestisida untuk menanggulangi hama dan  penyakit tanaman dalam rangka meningkatkan produksi tumbuhan. Namun, penggunaan  pestisida secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem juga dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia karena paparan pestisida yang masuk ke tubuh manusia baik melalui kulit, hidung, maupun mulut dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan atau penyakit. 

Setelah tubuh terpapar oleh pestisida, selanjutnya zat kimia dalam pestisida menyerang organ tubuh diantaranya paru-paru dan sistem pernafasan, hati, ginjal dan saluran kencing, sistem saraf, da  rah dan sumsum tulang, jantung dan pembuluh darah, kulit dan sistem reproduksi, sistem kekebalan, tulang, otot, dan kelenjar. Sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan atau penyakit yang ditimbulkannya seperti diantaranya kanker, mandul, autisme, parkinson, diabetes, bayi lahir cacat, anemia, stunting (ber  tubuh pendek), goiter (pembesaran kelenjar gondok), dan lain lain.


Sumber: anonim. 2017. Kimia Dalam Kehidupan Kimia Paket C Setara SMA/MA. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Pendidikan Keasaraan dan Kesetaraan.

Daftar Hadir Kelas X MIA Klik Disini

Daftar Hadir Kelas X IIS Klik Disini

Selasa, 15 September 2020

Kimia Kelas X MIA/IIS Materi 6: Konfigurasi Elektron

Konfigurasi elektron adalah susunan elektron berdasarkan kulit atau orbital suatu atom. Konfigurasi elektron menggambarkan penataan elektron dalam suatu atom.

Menurut teori atom Bohr elektron-elektron dalam suatu atom melintasi lintasan-lintasan yang disebut kulit-kulit atau tingkat-tingkat energi, yaitu lintasan di mana elektron berada pada keadaan stasioner. Kulit-kulit atom terdiri dari kulit ke-1 disebut kulit K, kulit ke-2 disebut kulit L, kulit ke-3 disebut kulit M, kulit ke-4 disebut kulit N dan seterusnya.


sumber: nafiun.com



Jumlah elektron maksimum yang dapat menempati masing-masing kulit dapat dihitung dengan: 

2n2

dengan n adalah nomor kulit.

Sehingga jumlah elektron di masing-masing kulit adalah sebagai berikut:

Nomor Kulit

Nama Kulit

Jumlah Elektron

1

K

2 Elektron

2

L

8 Elektron

3

M

18 Elektron

4

N

32 Elektron

5

O

50 Elektron

6

P

72 Elektron

7

Q

98 Elektron

Elektron-elektron akan mulai menempati kulit K sampai penuh (Maksimum), kemudian baru mengisi Kulit L dan seterusnya. Penempatan elektron sampai penuh akan terjadi pada kulit K, L, dan M, sedangkan untuk kulit-kulit keempat (kulit N) sudah akan terisi bila kulit M sudah terisi 8 elektron.

Kulit elektron terdiri dari subkulit yang disebut dengan orbital dalam teori Atom Mekanika Kuantum. Otbital merupakan tingkat energi dari suatu ruang yang mempunyai peluang terbesar (kebolehjadian terbesar) untuk menemukan elektron di sekitar inti Atom.

Dari hasi penyelesaian gelombang Schrodinger menghasilkan tiga bilangan yang mencirikan orbital elektron atau lebih mudahnya disebut dengan alamat elektron. Tiga bilangan ini disebut dengan Bilangan Kuantum yang terdiri dari bilangan kuantum utama, bilangan kuantum azimut dan bilangan kuantum magnetik.


Bilangan Kuantum Utama (n)

Bilangan kuantum utama menentukan besarnya tingkat energi suatu elektron yang mencirikan ukuran orbital. Nilai bilangan kuantum utama merupakan bilangan bulat dari 1 sampai tak terhingga. Jika nilai bilangan kuantum utama (n) dikitkan dengan  letak elektron dalam kulit dalam teori atom Bohr, maka maka n = 1 merupakan letak elektron pada kulit K, n =2 merupakan letak elektron pada kulit L, n = 3 merupakan letak elektron di kulit M dan seterusnya.


Bilangan Kuantum Azimut atau Momentum Sudut (l)

Bilangan kuantum azimut atau momentum sudut (l) memberikan informasi tentang bentuk orbital (l) memberikan informasi tentang bentuk orbital. Nilai l tergantung bilangan kuantum utama (n). Nilai (l) terdiri dari 0 sampai dengan n-1 untuk setiap n.

Nilai l = 0 dilambangkan dengan subkulit s (sharp = tajam), nilai l = 1 dilambangkan dengan subkulit p (principal = utama), nilai l = 2 dilambangkan dengan subkulit d (diffuse = kabur), nilai l = 3 dilambangkan dengan f (fundamental = dasar).


Bilangan Kuamtum Magnetik (m1  atau m)

Jika spektrum garis suatu atom diletakkan dalam medan magnet maka akan didapatkan garis spektrum tambahan yang keberadaannya hanya dapat dijelaskan dengan adanya sebuah bilangan kuantum baru yang selanjutnya disebut bilangan kuantum magnetik. Bilangan kuantum magnetik menentukan arah orientasi dari orbital di dalam ruang relatif terhadap orbital yang lain.

Setiap nilai l memiliki nilai bilangan kuantum magnetik (m) antara -l sampai dengan +l. Nilai l = 0 memiliki nilai m = 0, nilai l = 1 memiliki nilai m = -1, 0, +1, nilai l = 2 memiliki nilai m = -2, -1, 0, +1, +2, dan nilai l = 3 memiliki nilai m = -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3. 


Bilangan Kuantum spin (s atau ms)

Bilangan kuantum spin merupakan bilangan kuantum yang terlepas dari pengaruh momentum sudut. Hal ini berarti bilangan kuantum spin tidak berhubungan secara langsung dengan tiga bilangan kuantum yang lain. Bilangan kuantum spin didasarkan pada pengamatan Otto Stern dan Walter Gerlach terhadap spektrum yang dilewatkan pada medan magnet.

Bilangan kuantum spin untuk menandai arah putaran elektron pada sumbunya. Nilai bilangan kuantum spin hanya ada dua macam, yaitu  untuk menandai probabilitas putaran elektron searah jarum jam. Sedangkan  untuk menandai probabilitas putaran elektron berlawanan arah dengan jarum jam.


Hubungan antara bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimut (l), Bilangan kuantum  Magnetik (m)

Nilai n

bilangan kuantum azimut l

Nilai m

Jumlah orbital

Nilai l

lambang l

1

0

s

0

1

2

0

s

0

1

1

p

-1, 0, +1

3

3

0

s

0

1

1

p

-1, 0, +1

3

2

d

-2, -1, 0, +1, +2

5

4

0

s

0

1

1

p

-1, 0, +1

3

2

d

-2, -1, 0, +1, +2

5

3

f

-3, -2, -1, 0, +1, +2, +2

7


Aturan dalam menentukan konfigurasi elektron

Aturan Aufbau

Aufbau berarti membangun. Menurut aturan Aufbau, elektron didalam suatu atom akan berada dalam kondisi yang stabil bila mempunyai energi yang rendah , sedangkan elektron-elekron akan berada pada orbital-orbital yang bergabung membentuk subkulit. Jadi, elektron mempunyai kecenderungan untuk menempati subkulit yang tingkat energinya rendah.

Urutan tingkat energi orbital-orbital ditunjukkan pada diagram berikut:

sumber: plengdut.com

Berdasarkan diagram tersebut urutan tingkat energi orbital dari yang paling rendah ke yang paling tinggi adalah 1s < 2s < 2p < 3s < 3p < 4s < dan seterusnya.

Larangan Pauli

Larangan Pauli atau eksklusi Pauli menyatakan bahwa di dalam satu atom tidak boleh terdapat dua elektron dengan empat bilangan kuantum yang sama. Sehingga dalam satu orbital maksimal hanya terisi 2 elektron dengan spin (arah putar) yang berlawanan.

Aturan Hund

Berdasarkan pengamatan spektrum, diketahui bahwa keadaan paling stabil (rendah energinya) adalah bila elektron-elektron tersebut ke semua orbital dengan spin yang sejajaar (spin sama). Aturan ini dikenal dengan Aturan Hund.

Beberapa Penyimpangan dari aturan umum

Konfigurasi elektron dari suatu atom bersifat khas, sehingga terdapat beberapa penyimpangan dari aturan-aturan umum. misalnya:

24Cr : [Ar] 4s2 3d4 kurang stabil, maka berubah menjadi 29Cu : [Ar] 4s1 3d10

 29Cu : [Ar] 4s2 3d9 kurang stabil, maka berubah menjadi 29Cu : [Ar] 4s1 3d10

46Pd : [Kr] 5s2 4d8 kurang stabil, maka berubah menjadi 46Pd : [Kr] 4d10

47Ag : [Kr] 5s2 4d9 kurang stabil, maka berubah menjadi 47Ag : [Kr] 5s1 4d10

Penyimpangan tersebut diketahui dari gambaran spektrumya yang lebih cocok bila konfigurasi elektronnya digambarkan seperti yang menyimpang tersebut. Penyimpangan tersebut diperkirakan terjadi karena adanya perbedaan tingkat energi yang sangat kecil antara subkulit 3d dan 4s serta antara 4d dan 5s pada masing-masing atom tersebut. Bahkan untuk atom Pd energi 4d ternyata memang lebih rendah daripada 5s. Hal tersebut tidak berlaku pada atom-atom yang lain.

Cara menentukan Konfigurasi elektron

Natrium dengan nomor atom 11

Konfigruasi Elektron

 

11Na

:

1s2

 

2s2

 

2p6

 

3s1

Diagaram Orbital

 

11Na

:

↑↓

 

↑↓

 

↑↓

↑↓

↑↓

 

 

 

 

 

0

 

0

 

-1

0

+1

 

0

Keterangan:

Angka 1, 2 dan 3 sebelum huruf s, dan p adalah bilangan kuantum utama (n), menunjukkan nomor kulit. Berarti Natrium memiliki 3 kuli yaitu Kulit K, L dan M.

Huruf s dan p adalah lambang bilangan kuantum azimut (l). s memiliki nilai bilangan kuantum azimut 0 dan p memiliki bilangan kuantum azimut 1.

Angka 2, 6 dan 1 diatas huruf s dan p menunujukkan jumlah elektron yang tersebar di masing-masing orbital. s maksimal 2 elektron dan p maksimal 6 elektron.

Diagram Orbital berfungsi untuk menggambarkan kedudukan elektron dalam suatu orbital.

Angka 0, -1 dan +1 menunjukkan bilangan kuantum magnetik (m)

Lambang ↑↓ menggambarkan kedudukan elektron didalam suatu orbital.

Lambang ↑ menunjukkan spin (arah putaran) searah jarum jam memiliki nilai +1/2

Lambang ↓ menunjukkan spin (arah putaran) berlawanan dengan arah jarum jam memiliki nilai -1/2


Sumber:
https://www.plengdut.com/2020/06/prinsip-aufbau-diagram-orbital.html
https://blog.ruangguru.com/konfigurasi-elektron-dan-diagram-orbital
https://www.nafiun.com/2013/03/cara-menentukan-menghitung-konfigurasi-elektron-dan-elektron-valensi-rumus-kimia-atom.html

Daftar Hadir Kelas X MIA Klik Disini
Daftar Hadir Kelas X IIS Klik Disini